Humas MAN 3 Garut – Kabar membanggakan kembali datang dari MAN 3 Garut. Kali ini, prestasi diraih oleh para atlet Pencak Silat yang berhasil membawa pulang gelar Juara Umum II TapKejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Ajang yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini menjadi bukti semangat dan kemampuan para siswa dalam mengembangkan bakat di bidang olahraga bela diri.
Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Pencak Silat MAN 3 Garut tampil dengan penuh semangat dan berhasil meraih sejumlah prestasi di berbagai kategori pertandingan. Hasil tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan, sekaligus menunjukkan bahwa siswa MAN 3 Garut mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat kabupaten.
Sejumlah medali berhasil dibawa pulang oleh para atlet. Pada kategori juara I, Nadia Heksa berhasil meraih juara I tunggal tangan kosong remaja putri, Risna Nurhanipah meraih juara I tunggal bersenjata remaja putri, serta Nur Laela, Jaenab Sapta Permani, dan Aulia Nurasiah meraih juara I kategori regu tangan kosong remaja putri. Sementara itu, Muhammad Rian Reyhan meraih juara I tanding kelas D remaja putra dan Muhammad Faisal meraih juara I tanding remaja putra kelas E.
Prestasi lainnya juga datang dari kategori juara II dan III. Sri Mutia Rahma berhasil meraih juara II tunggal bersenjata remaja putri, Akbar Sukma Wijaya Kusuma meraih juara II tanding remaja putra kelas E, dan Rohimah meraih juara II tunggal tangan kosong remaja putri. Adapun Agil Ramdani berhasil memperoleh juara III tanding kelas D remaja putra. Deretan capaian tersebut menjadi kontribusi penting dalam mengantarkan MAN 3 Garut meraih posisi Juara Umum II.
Kepala MAN 3 Garut, Dr. B. Fariz J.M. Misbah, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh siswa yang telah berjuang membawa nama baik madrasah. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya tentang medali atau piala, tetapi juga tentang proses, kedisiplinan, kerja keras, dan keberanian siswa dalam menghadapi tantangan. "Kami sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak. Prestasi ini membuktikan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk tumbuh melalui kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi," ungkapnya.
Pembina Pencak Silat MAN 3 Garut, Siti Halimah, S.Pd., juga mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari latihan, kedisiplinan, serta kekompakan para siswa. Ia menyebutkan bahwa mengikuti kejuaraan bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang sportivitas, mental bertanding, dan tanggung jawab. "Alhamdulillah, anak-anak sudah memberikan penampilan terbaiknya. Tentu ada proses panjang di balik hasil ini, mulai dari latihan rutin, menjaga kedisiplinan, hingga mempersiapkan mental sebelum bertanding. Kami berharap mereka tidak cepat puas dan terus semangat untuk meningkatkan kemampuan," tuturnya.
Salah satu atlet peraih juara I, Risna Nurhanipah, turut mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hasil yang diraih. Baginya, keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus penyemangat untuk terus berlatih. "Saya senang dan bersyukur bisa mendapatkan juara I. Pastinya ada rasa gugup saat bertanding, tetapi saya berusaha memberikan penampilan terbaik. Terima kasih kepada pembina, pelatih, dan teman-teman yang sudah mendukung selama persiapan sampai perlombaan. Semoga ke depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi," ungkap Risna.
Keberhasilan meraih Juara Umum II Kejurda Tapak Suci Kabupaten Garut 2026 menjadi tambahan catatan prestasi bagi MAN 3 Garut. Lebih dari sekadar membawa pulang piala, pencapaian ini menjadi bukti bahwa semangat berlatih, kerja sama, dan dukungan dari madrasah mampu melahirkan generasi yang berprestasi. Harapannya, prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani mencoba, dan mengharumkan nama MAN 3 Garut di berbagai ajang berikutnya.
Kontributor : Repi Rudiansyah