Humas Man 3 Garut - Sebanyak tujuh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Garut turut ambil bagian dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Kabupaten Garut Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan, mengasah keterampilan, sekaligus membawa nama baik madrasah di bidang olahraga bela diri pencak silat.
Kejurda Tapak Suci 2026 diselenggarakan di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada Jumat, 30 Oktober 2026, sekaligus menjadi salah satu rangkaian pembuka dari 20 agenda Milad Muhammadiyah ke-114 di Kabupaten Garut. Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.
Adapun tujuh siswa MAN 3 Garut yang mengikuti kejuaraan tersebut yaitu Auliya Nurasiah (XI-3), Jaenab Sapta Permani (XI-3), Nur Laela Dahliawati (XI-2), Rohimah (XI-2), Nadia Heksa Aulia (XI-1), Akbar Sukma Wijaya Kusuma (XI-2), dan Muhammad Faisal (XI-1). Ketujuh peserta ini merupakan perwakilan madrasah yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya serta menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Siti Halimah, S.Pd., selaku pembina pencak silat MAN 3 Garut, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keikutsertaan para siswa dalam kejuaraan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan dan membangun karakter positif. “Alhamdulillah, kami merasa bangga karena tujuh siswa MAN 3 Garut bisa ikut berpartisipasi dalam Kejurda Tapak Suci 2026. Kejuaraan ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman, serta melatih mental dan kedisiplinan. Saya berharap mereka bisa tampil maksimal, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala MAN 3 Garut, Dr. B. Fariz J.M. Misbah, M.Pd. Ia mengapresiasi semangat para siswa yang telah berani mengambil bagian dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, madrasah tidak hanya mendorong prestasi di bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan potensi di bidang nonakademik. “Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan tujuh siswa MAN 3 Garut dalam Kejurda Tapak Suci 2026. Ini merupakan bentuk nyata bahwa madrasah memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga nonakademik. Kami berharap mereka dapat memberikan penampilan terbaik, membawa nama baik madrasah, dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi,” tuturnya.
Salah satu peserta, Muhammad Faisal, siswa kelas XI-1, juga mengungkapkan rasa senang dan bangganya karena mendapat kesempatan mewakili madrasah dalam kejuaraan tersebut. Ia mengaku siap memberikan kemampuan terbaiknya dan berharap dapat memperoleh hasil yang membanggakan. “Saya merasa senang dan bangga bisa mewakili MAN 3 Garut dalam kejuaraan ini. Tentunya saya ingin memberikan penampilan terbaik dan bisa mendapatkan hasil yang membanggakan. Bagi saya, mengikuti kejuaraan ini merupakan pengalaman berharga untuk menambah jam terbang, melatih keberanian, dan menguji kemampuan yang selama ini sudah dipelajari. Semoga saya dan teman-teman bisa meraih prestasi serta membawa nama baik madrasah,” ujar Muhammad Faisal.
Keikutsertaan tujuh siswa tersebut menjadi bukti bahwa semangat berprestasi di MAN 3 Garut terus tumbuh melalui berbagai bidang kegiatan. Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurda Tapak Suci juga memberikan pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar tentang kerja keras, disiplin, keberanian, dan rasa percaya diri. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya ketika bertanding, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui keikutsertaan dalam Kejurda Tapak Suci Kabupaten Garut 2026, keluarga besar MAN 3 Garut berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman terbaik dan meraih prestasi yang membanggakan. Apa pun hasil pertandingan nantinya, keberanian untuk berkompetisi dan membawa nama baik madrasah merupakan pencapaian tersendiri. Semoga langkah tujuh siswa ini menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani mencoba, dan tidak pernah berhenti mengukir prestasi.
Kontributor : Repi Rudiansyah