Post Details

research
  • 13 Okt 2026

Dukung Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, MAN 3 Garut Isi Survei Aplikasi Sahabat KBC

Humas MAN 3 Garut – Dalam upaya mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), MAN 3 Garut melaksanakan kegiatan pengisian survei melalui aplikasi Sahabat KBC pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di ruang multimedia MAN 3 Garut. Kegiatan ini diikuti oleh sebagian siswa dan siswi MAN 3 Garut sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung penguatan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai cinta.

Pelaksanaan survei berlangsung dengan pendampingan langsung dari Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 3 Garut, Jayeng Permana, S.Pd. Para siswa mendapatkan arahan mengenai tata cara pengisian survei melalui aplikasi Sahabat KBC yang telah disediakan. Pendampingan ini dilakukan agar siswa dapat mengikuti proses pengisian dengan baik dan memberikan jawaban sesuai dengan pengalaman serta pemahaman mereka.

Jayeng Permana, S.Pd., menyampaikan bahwa pengisian survei ini menjadi salah satu langkah untuk mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. “Melalui aplikasi Sahabat KBC, kita berharap dapat memperoleh gambaran mengenai pemahaman dan pengalaman siswa terkait nilai-nilai cinta dalam pendidikan. Kegiatan ini bukan sekadar mengisi survei, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun lingkungan belajar yang lebih positif, nyaman, dan bermakna bagi seluruh warga madrasah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta perlu diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran dan kebiasaan sehari-hari, bukan hanya menjadi konsep di atas kertas. Nilai cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air diharapkan dapat tumbuh melalui interaksi, keteladanan, dan berbagai aktivitas di madrasah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 3 Garut, Dr. B. Fariz J. M. Misbah, M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan bagian penting dalam membangun karakter peserta didik. “Kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Madrasah harus menjadi tempat yang membuat siswa merasa aman, nyaman, dihargai, dan termotivasi untuk terus berkembang,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu siswa MAN 3 Garut, Danis, menyampaikan bahwa kegiatan pengisian survei melalui aplikasi Sahabat KBC memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk ikut berpartisipasi dalam penguatan program madrasah. “Menurut saya, kegiatan ini cukup menarik karena kami bisa ikut memberikan tanggapan melalui survei yang disediakan. Semoga Kurikulum Berbasis Cinta bisa semakin diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di madrasah, sehingga kami bisa belajar dengan nyaman, saling menghargai, dan lebih peduli terhadap teman serta lingkungan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, MAN 3 Garut berharap partisipasi siswa dalam pengisian survei Sahabat KBC dapat mendukung upaya penguatan Kurikulum Berbasis Cinta secara berkelanjutan. Keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam membangun budaya madrasah yang positif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan demikian, nilai-nilai cinta diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku dan kebiasaan seluruh warga madrasah.

Kegiatan pengisian survei aplikasi Sahabat KBC ini menjadi salah satu langkah MAN 3 Garut untuk terus menghadirkan pendidikan yang lebih humanis, bermakna, dan berkarakter. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh warga madrasah, MAN 3 Garut berupaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu, sesama, lingkungan, agama, dan tanah air.

 

Kontributor: Repi Rudiansyah



Bagikan artikel ini: