Post Details

research
  • 21 Jan 2026

MAN 3 Garut Gelar Workshop Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 tentang KBC Bersama Kasi Penmad Kemenag Garut

Humas MAN 3 Garut - MAN 3 Garut menggelar Workshop Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SBSN Ruang Multimedia MAN 3 Garut dan diikuti oleh seluruh guru sebagai upaya memperkuat pemahaman serta penerapan KBC dalam proses pembelajaran.

Workshop tersebut menghadirkan H. Wahyu Mulyana, S.Pd., M.P.Kim. sebagai pemateri utama. Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Surya Mulyana, M.Ag., yang memberikan arahan sekaligus penguatan kebijakan terkait implementasi KMA 1503 Tahun 2025 di madrasah.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala MAN 3 Garut, Dr. B. Fariz J.M. Misbah, M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan guru menghadapi perubahan dan penguatan kurikulum. “Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi ruh dalam pembelajaran sehingga madrasah mampu melahirkan peserta didik yang berkarakter, moderat, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Beliau juga berharap seluruh guru dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari. “Melalui workshop ini, kami ingin seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dan siap mengimplementasikan KBC secara konsisten di kelas,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, H. Wahyu Mulyana, S.Pd., M.P.Kim. menjelaskan bahwa KBC menekankan pendekatan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. “KBC mengajak guru menghadirkan pembelajaran yang menumbuhkan empati, kasih sayang, serta menghargai perbedaan, tanpa mengesampingkan capaian akademik,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. H. Surya Mulyana, M.Ag., selaku Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Garut, menegaskan pentingnya komitmen seluruh guru dalam mengimplementasikan KMA 1503 Tahun 2025. “Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam membangun pendidikan madrasah yang ramah, moderat, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik,” ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan implementasi KBC sangat ditentukan oleh peran guru sebagai ujung tombak pembelajaran. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga teladan nilai-nilai cinta, toleransi, dan kebersamaan yang harus tercermin dalam setiap proses pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 3 Garut, Jayeng Permana, S.Pd., berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran. “Kami berharap seluruh guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai KBC ke dalam perangkat ajar dan praktik pembelajaran sehingga suasana belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa,” ujarnya.

Workshop ini diharapkan menjadi titik awal penguatan implementasi KMA 1503 Tahun 2025 tentang Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 3 Garut. Dengan sinergi antara madrasah dan Kementerian Agama, seluruh guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.


Kontributor : Repi Rudiansyah



Bagikan artikel ini: